Menikah merupakan dambaan setiap insan. Memiliki pasangan yang sesuai keinginan untuk kemudian bersama mengarungi bahtera rumah tangga. Lalu, bagaimana agar bahtera tersebut dapat terus berlabuh hingga maut memisahkan? Berikut 3 Kriteria Calon Suami Idaman. Jangan sampai salah pilih, ya.

3 Kriteria Calon Suami Idaman

Tentu saja, kriteria calon suami idaman tidaklah terbatas pada 3 hal saja. Namun, setidaknya 3 hal ini merupakan hal mendasar yang harus dimiliki seorang lelaki yang akan menjadi calon suami.

1. Baik Agama dan Akhlaknya

Kriteria pertama dan utama dalam memilih calon suami idaman adalah agamanya. Seorang calon suami akan menjadi imam atau pemimpin di rumah tangganya. Kelak, ia harus memimpin istri dan anak-anaknya dan kepemimpinan tersebut akan dimintai pertanggungjawabannya.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berpesan,

Apabila ada orang yang kalian ridhai agama dan akhlaknya, yang meminang putri kalian, nikahkan dia. Jika tidak, akan terjadi fitnah di muka bumi dan kerusakan yang besar. (HR. Turmudzi dan Ibn Majah).

Juga dalam sebuah kisah disebutkan bahwa ada seorang laki-laki  yang bertanya kepada Hasan bin ‘Ali,

“Saya memiliki seorang putri. Siapakah kiranya yang patut menjadi suaminya ?”

Hasan bin ‘Ali menjawab, “Seorang laki-laki yang bertaqwa kepada Allah, sebab jika ia senang ia akan menghormatinya, dan jika ia sedang marah, ia tidak suka zalim kepadanya.”

Selain memiliki pemahaman agama yang baik, lelaki ini juga harus memiliki akhlak yang baik. Hendaknya ia senantiasa berlemah lembut, baik dalam bersikap maupun bertutur kata. Selain itu, ia juga hendaknya penuh perhatian, peduli, dan tidak suka mengumpat maupun berkata-kata kotor kepada istri dan anak-anaknya.

Pilihan Editor:

2. Bertanggung Jawab

Kriteria lelaki idaman berikutnya adalah bertanggung jawab. Tanggung jawab ini sangat diperlukan karena dalam Islam, seorang suami bertanggung jawab memberikan nafkah untuk keluarganya dan memperhatikan kesejahteraan mereka yang menjadi tanggungannya.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum perempuan, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (perempuan), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka” (QS an-Nisaa’: 34).

Bertanggung jawab bukan hanya sekadar untuk urusan nafkah, tetapi juga senantiasa memperhatikan urusan pendidikan agama bagi istri dan anak-anaknya.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu” (QS at-Tahriim:6).

Pilihan Editor:

3. Berpenghasilan yang Cukup

Seorang suami haruslah memberi nafkah keluarganya. Oleh karena itu, seorang calon suami idaman haruslah mempunyai penghasilan yang cukup untuk menghidupi istri dan anak-anaknya. Jangan sampai, seorang suami justru menggantungkan hidupnya pada penghasilan istrinya. Hal ini akan membuat bahtera rumah tangga menjadi tidak seimbang. Selain itu, suami juga akan kehilangan harga diri dan martabatnya sebagai seorang suami dan laki-laki.

Dari Abdullah bin Umar radhiallahu ‘anhuma,

Seorang suami adalah pemimpin untuk seluruh anggota keluarganya dan dia akan dituntut pertanggungjawabannya tentang keluarganya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Tentu saja, masih ada beberapa kriteria lainnya, tetapi untuk kriteria yang paling mendasar cukuplah 3 hal ini. Demikianlah 3 kriteria calon suami idaman, semoga para muslimah tidak salah pilih.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here