Siapa tak ingin masuk surga? Tentu tak ada seorang pun karena setiap manusia pasti menginginkan masuk surga kelak. Surga adalah sebaik-baik tempat kembali. Surga adalah sebuah kenikmatan yang diberikan Allah Azza wa Jalla kepada hamba-hamba-Nya yang sholeh. Kenikmatan surga adalah kenikmatan yang tak pernah dan tak bisa dibayangkan oleh manusia, saking tingginya kenikmatan tersebut.

Meski sering terbayangkan betapa sulitnya jalan menuju surga, tetapi nyatanya banyak amalan yang bisa dilakukan untuk meraih surga. Amalan tersebut tak melulu berat dan susah untuk dikerjakan. Banyak amalan yang justru ringan, bahkan kerap disepelekan, tetapi nyatanya akan diganjar dengan pahala yang luar biasa. Tentu saja dengan syarat semua dilakukan karena ikhlas hanya mengharapkan Ridho Allah Azza wa Jalla semata.

Agar tidak penasaran, berikut akan disebutkan 5 amalan ringan yang berpahalakan surga. 5 amalan ringan penuntun ke surga tersebut  adalah:

  1. Berdzikir

Berdzikir secara sederhana artinya mengingat Allah. Berdzikir merupakan sebuah amalan yang   sangat mudah dilakukan dan tidak akan terasa memberatkan. Bahkan,  amalan ini dapat dilakukan sembari mengerjakan pekerjaan lainnya. Karena itu, marilah mulai sekarang kita senantiasa membasahi lisan dengan berdzikir. Melantunkan puji-pujian, rasa kesyukuran, serta ketundukan kepada Sang Khaliq.

Ada beberapa hadits  shahih yang menyebutkan  tentang keutamaan berdzikir. Di antaranya adalah:

Ada dua kalimat yang ringan bagi lisan, berat dalam mizan (timbangan amal) dan dicintai ar-Rahmaan: ‘Subhanallahu wa bihamdih’,  ‘Subhanallah al-Azhiim’” (HR Bukhari dan Muslim)

Pilihan Editor

2. Menyingkirkan Gangguan di Jalan

Terkadang di jalanan terdapat gangguan-gangguan yang dapat menghambat pengguna jalan. Bukan itu saja, gangguan tersebut juga rawan menyebabkan terjadinya kecelakaan, penyebab macet dan sebagainya.

Gangguan tersebut dapat berupa batu besar, kayu atau ranting pohon. Maka menyingkirkan gangguan tersebut dapat berbuah surga kelak.

“Ada seorang lelaki berjalan melewati ranting pohon yang ada di tengah jalan, lalu dia berkata, ‘Demi Allah, sungguh aku akan singkirkan ranting ini dari kaum muslimin agar tidak menganggu mereka.’ Maka dia pun dimasukkan ke dalam surga.” (HR Muslim)

3. Menahan Amarah

Menahan amarah merupakan sifat terpuji. Bersabar dan memilih untuk tidak melampiaskan kemarahannya, baik dengan cara balas mengumpat, memaki atau memukul. Bersabar dengan memilih untuk mengalah dan tidak meladeni kemarahan lawannya.

Menahan marah dapat menjadi sebuah amalan yang berbuah surga. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadits,: “Barangsiapa yang menahan amarahnya padahal dia mampu untuk melampiaskannya, niscaya Allah akan memanggilnya pada hari kiamat di hadapan para makhluk sampai Allah memilihkan untuknya bidadari-bidadari yang dia suka.” (HR  At-Tirmidzi)

4. Membela Kehormatan Saudaranya

Banyak orang yang senang menggunjing orang lain ketika sedang berkumpul bersama. Terlebih bila orang yang digunjingkan tersebut tidak hadir diantara mereka. Maka jadilah orang tersebut sasaran empuk gossip, makin digosok makin sip. Padahal, sering kali apa yang dipergunjingkan itu tidak benar sama sekali.

Lalu apa yang harus kita lakukan dalam situasi seperti ini? Apakah ikut larut dalam gossip tersebut? Jangan, sekali sekali jangan karena itu sama saja dengan  memakan bangkai saudaranya sendiri. Huek….

Sebaliknya, kehormatan orang yang tidak hadir tersebut harus dibela. Terlebih, bila kita tahu kalau gossip tersebut tidak benar.   Gosip itu harus segera diluruskan dan dibantah kebenarannya.

Barang siapa membela harga diri saudaranya, niscaya pada hari kiamat Allah akan memalingkan wajahnya dari api neraka.” (HR  at-Tirmidzi)

5. Menjauhi Debat Kusir

Sebagian orang sangat menyukai perdebatan kusir yang tidak ada ujungnya.  Mereka merasa menang dan jago ketika berhasil mendebat lawan-lawannya. Hal ini tidak saja terjadi dunia nyata tapi juga di dunia maya, di era sosial media.

Padahal manfaat yang diperoleh sangatlah sedikit bahkan mungkin tidak ada. Maka langkah yang paling baik adalah menjauhi dan tidak terlibat dalam debat kusir tersebut.

Aku akan menjamin sebuah rumah di dasar surga bagi orang yang meninggalkan debat meskipun dia berada dalam pihak yang benar……..” (HR Abu Dawud)

 

Mudah, bukan? Mari bersama mengerjakan 5 amalan ringan penuntun ke surga di atas. Amalan yang tidak membutuhkan modal materi sedikit pun namun balasannya sangat luar biasa. Semoga pintu surga terbuka lebar untuk semua.

Aamiin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here