Di bulan Dzulhijjah ini, ibadah haji merupakan salah satu amalan yang paling utama.  karena merupakan rukun Islam yang kelima. Namun, tahukah Sahabat bahwa ada beberapa amalan shaleh yang dijanjikan  pahala senilai ibadah haji?

Ibadah haji merupakan ibadah yang sangat komplit. untuk bisa mengerjakannya,kaum muslimin harus membutuhkan dana yang tidak sedikit, kesehatan, serta memerlukan waktu yang lama. Tak heran, tidak semua kaum muslimin mampu melaksanakannya.

Meski demikian, bukan berarti kaum muslimin yang tidak mampu mengerjakan ibadah ini  tidak bisa mendapatkan pahala berhaji. Allah yang Maha Pemurah dan Penyayang telah memberikan kesempatan bagi seluruh hamba-Nya untuk mendapatkan pahala haji tersebut lewat ibadah lain yang bisa dilakukan kaum muslimin, siapa saja dan di mana saja.

Berikut ini beberapa amalan yang berpahala seperti berhaji.

1. Mengerjakan Rangkaian Amalan Sunnah Usai Shalat Shubuh

Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Barang siapa yang shalat subuh berjamaah, kemudian duduk berdzikir memuji Allah hingga terbit matahari, kemudian shalat dua rakaat, maka dia mendapatkan pahala haji dan umrah. Lalu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menegaskan, “Sempurna… sempurna … sempurna.” (HR. Turmudzi dan  al-Bazzar)

Jadi, pahala setara berhaji akan didapatkan jika Sahabat melakukan ibadah shalat Subuh berjamaah, kemudian duduk berdzikir, tetap duduk di tempat shalatnya hingga matahari terbit, serta mengerjakan shalat sunnah dua rakaat (shalat isyraq, yaitu shalat yang ‎dikerjakan setelah terbitnya matahari setinggi tombak).

Pilihan Editor:

‎2. Mengerjakan Shalat Berjamaah

Dari Abu Umamah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda‎,

‎”Barang siapa yang keluar dari rumahnya untuk shalat jamaah dalam keadaan ‎telah bersuci,  pahalanya seperti  orang yang berhaji dalam keadaan ihram. Dan ‎barang siapa beranjak untuk melakukan shalat Dhuha dan tidak ada yang ‎menyebabkan dia keluar (dari rumahnya) kecuali untuk shalat Dhuha, ‎pahalanya seperti  orang yang umrah. Dan shalat setelah melaksanakan ‎shalat yang di antara kedua shalat tersebut tidak membicarakan masalah dunia, ‎adalah amalan yang akan dicatat di illiyiin‎ kitab catatan amal orang-orang shalih).” ‎(HR. Abu Daud)

3. Berdzikir Setelah Shalat

Membaca zikir, yakni tasbih, tahmid, dan takbir setiap kali selesai mengerjakan shalat wajib 5 waktu juga dijanjikan pahala senilai ibadah haji.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata,

“Ada orang-orang miskin datang menghadap Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Mereka berkata, orang-orang kaya itu pergi membawa derajat yang tinggi dan kenikmatan yang kekal. Mereka shalat sebagaimana kami shalat. Mereka puasa sebagaimana kami berpuasa. Namun mereka memiliki kelebihan harta sehingga bisa berhaji, berumrah, berjihad serta bersedekah. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas bersabda, “Maukah kalian aku ajarkan suatu amalan yang dengan amalan tersebut kalian akan mengejar orang yang mendahului kalian dan dengannya dapat terdepan dari orang yang setelah kalian. Dan tidak ada seorang pun yang lebih utama daripada kalian, kecuali orang yang melakukan hal yang sama seperti yang kalian lakukan. Kalian bertasbih, bertahmid, dan bertakbir di setiap akhir shalat sebanyak tiga puluh tiga kali.”

Kami pun berselisih. Sebagian kami bertasbih tiga puluh tiga kali, bertahmid tiga puluh tiga kali, bertakbir tiga puluh empat kali. Aku pun kembali padanya. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ucapkanlah subhanallah wal hamdulillah wallahu akbar, sampai tiga puluh tiga kali.” (HR. Bukhari).

Pilihan Editor:

4. Menghadiri Majelis Ilmu di Masjid

Salah satu cara menuntut ilmu agama adalah hadir dalam majelis-majelis ilmu yang diadakan di masjid. Ternyata, cara seperti ini tidak hanya  bisa menambah kefaqihan akan ilmu agama, tetapi juga sarat dengan keutamaan. Salah satu keutamaan hadir di majelis ilmu di masjid adalah pahala senilai ibadah haji.

Dari Abu Umamah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Siapa yang berangkat ke masjid yang ia inginkan hanyalah untuk belajar kebaikan atau mengajarkan kebaikan, ia akan mendapatkan pahala haji yang sempurna hajinya.” (HR. Thabrani)

5. Umrah di Bulan Ramadhan

Mengerjakan ibadah umroh di bulan Ramadhan pahalanya juga setara dengan berhaji. Hal ini sebagaimana hadits Dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bertanya pada seorang wanita,

“Apa alasanmu sehingga tidak ikut berhaji bersama kami?”

Wanita itu menjawab, ‘Aku punya tugas untuk memberi minum pada seekor unta di mana unta tersebut ditunggangi oleh ayah fulan dan anaknya –ditunggangi suami dan anaknya-. Ia meninggalkan unta tadi tanpa diberi minum, lantas kamilah yang bertugas membawakan air pada unta tersebut. Lantas Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

‘Jika Ramadhan tiba, berumrahlah saat itu karena umrah Ramadhan senilai dengan haji.’” (HR. Bukhari dan Muslim).

6. Birrul Walidain

Birrul walidain adalah berbuat baik atau berbakti kepada kedua orang tua. Birrul walidain merupakan amalan yang sangat mulia dan agung. Banyak sekali ayat dalam Al Quran maupun hadits shahih yang menyebutkan keutamaan amalan ini. Salah satu pahala yang dijanjikan dari amalan ini adalah pahala berhaji.

Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, ia berkata,

Ada seseorang yang mendatangi Rasululah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan ia sangat ingin pergi berjihad namun tidak mampu. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya padanya apakah salah satu dari kedua orang tuanya masih hidup. Ia jawab, ibunya masih hidup.

Rasul pun berkata padanya, ‘Bertakwalah pada Allah dengan berbuat baik pada ibumu. Jika engkau berbuat baik padanya, maka statusnya adalah seperti berhaji, berumrah dan berjihad.’” (HR. Ath-Thabrani  dan Al-Baihaqi)

7. Niat Berhaji

Berniat dan bertekad untuk mengerjakan rukun Islam yang kelima ini seharusnya selalu tertanam dalam hati setiap kaum muslimin. Selain tekad yang kuat, usaha yang sungguh-sungguh juga harus ditunjukkannya. Tekad dan usaha yang sungguh salah satunya diperlihatkan dengan mendaftarkan diri untuk berhaji atau menabung untuk biaya haji.

Dengan kondisi ini, sekiranya ada yang meninggal dunia, orang tersebut akan mendapatkan pahala haji. Hal ini berdasarkan dalil dari Sahabat Jabir radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, dalam suatu peperangan (perang tabuk) kami pernah bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu beliau bersabda,

Sesungguhnya di Madinah ada beberapa orang yang tidak ikut melakukan perjalanan perang, juga tidak menyeberangi suatu lembah, namun mereka bersama kalian (dalam pahala). Padahal mereka tidak ikut berperang karena mendapatkan uzur sakit.” (HR. Muslim).

Masya Allah, betapa indahnya Islam serta kemurahan Sang Khaliq kepada hamba-hamba-Nya. Semoga kita diberikan kekuatan dan kemudahan untuk mengerjakan amalan-amalan tersebut dan kelak menjadi hamba-Nya yang berhak mendapatkan Jannah. Aammiin.

Wallahu a’lam bisshawab

Referensi:

Tiket ke Surga. Amalan Ringan Berpahala Besar untuk Perempuan

Rumaysho.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here