7 Sifat yang Menjadi Ciri Khas Balita. Kenali Agar Tidak Salah Menanggapinya

0
20

Kehadiran anak dalam sebuah mahligai pernikahan adalah anugerah yang tak terkira. Kehadiran anak akan menjadi penyempurna kebahagiaan pasangan suami istri yang telah mengikat janji suci. Anak adalah tumpuan harapan dan kasih sayang kedua orang tuanya.

Dalam masa pengasuhan, tentu saja polah tingkah  anak bermacam-macam. Tak selamanya anak akan tampil dengan tingkahnya yang manis. Bahkan, tak jarang anak-anak tampil dengan beragam polanya yang sulit diatur dan dikendalikan. Bila sudah mulai “bertingkah”, tak jarang orang tua pun kehilangan kesabaran dan mulai ikut riweuh. 

Salah satu rentang usia anak yang mulai “bertingkah” adalah di usia balita, yakni di bawah  lima tahun. Nah, agar para orang tua dapat menemukan solusi untuk mengatasi polah tingkah anak, ada baiknya mereka mengenal terlebih dahulu sifat-sifat yang menjadi ciri khas anak balita pada umumnya. Beberapa ciri khas tersebut adalah:

1. Egosentris

Ciri egosentris sudah mulai terlihat ketika anak berusia 18 bulan. Hal yang paling menonjol adalah anak merasa semua benda adalah miliknya sendiri. Tak heran, bila di usia ini, anak balita  enggan untuk berbagi apa saja kepada orang lain.

Pilihan Editor:

2. Suka Memerintah

Awalnya, balita suka sekali membantu dan mengerjakan segala sesuatu sendiri, layaknya orang dewasa. Namun, hal ini tidak akan berlangsung lama. Memasuki usia 3 tahun, balita lebih suka memerintah untuk mendapatkan keinginannya.

3. Agresif

Saat tidak mendapatkan apa yang diinginkan, balita akan menunjukkan sikap agresif ,seperti mengamuk atau melemparkan barang. Sifat ini akan terlihat, tidak hanya jika keinginannya tidak terpenuhi. Bahkan, untuk urusan kecil sekalipun, seperti menyusun balok tidak setinggi yang diharapkannya, hal ini bisa merusak suasana hati dan membuatnya menjadi agresif.

4. Pemalu

Kebanyakan balita adalah pemalu. Lihat saja, ketika Sahabat memperkenalkannya pada lingkungan baru, si balita akan bersembunyi di balik baju ibunya atau memilih untuk menunduk.

5. Penyendiri

Balita juga penyendiri, meski tidak selalu dalam arti sesungguhnya. Saat berada dalam kumpulan teman sebaya, si balita hanya bermain bersama sebentar. Selebihnya, mereka akan asyik bermain masing-masing.

6. Cerewet

Balita Sahabat tidak berhenti berbicara dan terus menerus menanyakan apa saja  saat berada bersama? Jangan khawatir, itu pertanda normal. Kebanyakan,  balita memang cerewet. Kecerewetan tersebut untuk memuaskan semua keingintahuannya.

7. Keras Kepala

Ciri khas balita yang terakhir adalah keras kepala. Mulai usia 2 tahun, anak tidak akan dengan mudah dialihkan perhatiannya pada sesuatu. Contoh kecil adalah saat si balita memilih baju. Jika si balita sudah memilih baju yang disukainya, ia akan bersikukuh dengan pilihannya tersebut.  Dan, orang tua akan kesulitan untuk mengubah pendiriannya tersebut.

Itulah 7 ciri khas yang umumnya dimiliki balita. Jadi, ketika sikap si balita tidak sesuai harapan, Sahabat jangan langsung marah, kecewa, atau berkecil hati. Pahami dia, tetapi tetap berikan pengarahan yan baik. Dengan pola asuh yang baik dan benar, si balita akan tumbuh menjadi anak yang shaleh dan shalehah.

Tetap semangat, ya, Sahabat!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here