Berkunjung atau bertamu ke rumah keluarga maupun kerabat tentu saja mempunyai aturan-aturan atau adab-adab tersendiri. Dalam Islam, selain menyebutkan keutamaan bersilaturahim maupun berkunjung (ziarah), agama kita juga mengajarkan adab-adab bertamu yang harus senantiasa mendapat perhatian.

Nah, agar Sahabat Baetunaa bisa menjadi seorang tamu yang baik, berikut beberapa adab yang harus diperhatikan.

Adab-|Adab Bertamu yang Harus Diperhatikan

1. Memenuhi Undangan

Sering kali, kita diundang untuk menghadiri sebuah acara, entah itu pernikahan, aqiqahan, maupun pengajian. Tahukah Sahabat, ternyata undangan itu harus dipenuhi, lho. Tentu saja, selama undangan tersebut  tidak mengandung maksiat serta kita tidak sedang mempunyai udzur untuk memenuhinya.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah menyebutkan akan hal ini. Dalam sebuah hadis disebutkan:

“Barang siapa yang diundang maka datangilah!” (HR. Abu Dawud dan Ahmad)

Dalam riwayat yang lain juga disebutkan:

“Barang siapa yang tidak memenuhi undangan maka ia telah bermaksiat kepada Allah dan Rasul-Nya.” (HR. Bukhari)

Pilihan Editor:

2. Meminta Izin Tuan Rumah

Adab-adab bertamu berikutnya adalah meminta izin tuan rumah. Nah, sebagai seorang tamu yang baik, hendaknya kita juga senantiasa meminta izin kepada tuan rumah. Mintalah izin saat akan menyantap makanan yang dihidangkan, jangan menolak tempat duduk yang telah disiapkan, serta tidak melirik orang yang sedang makan dan memandang ke arah yang tidak semestinya.

Selain itu, ketika telah selesai makan, segeralah pamit kepada tuan rumah. Namun, hal ini dikecualikan jika tuan rumah masih menghendaki Sahabat berada di sana. Tuntunan ini sebagaimana yang dijelaskan Allah Subhanahu wa Ta’ala yang artinya,

“Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memasuki rumah-rumah Nabi kecuali bila kamu diizinkan untuk makan dengan tidak menunggu-nunggu waktu masak makanannya! Namun, jika kamu diundang, masuklah! Dan bila kamu selesai makan, keluarlah kamu tanpa memperpanjang percakapan! Sesungguhnya yang demikian itu akan mengganggu Nabi. Lalu, Nabi malu kepadamu untuk menyuruh kamu keluar. Dan Allah tidak malu menerangkan yang benar.” (Qs. Al Azab: 53)

3. Mendoakan Tuan Rumah

Setelah menikmati hidangan yang disediakan, hendaknya seorang tamu kemudian  mendoakan sang tuan rumah. Ada beberapa doa yang bisa dipanjatkan, di antaranya sebagaimana disebutkan artinya di bawah ini.

“Ya Allah berikanlah makanan kepada orang telah yang memberikan makanan kepadaku dan berikanlah minuman kepada orang yang telah memberiku minuman.” (HR. Muslim)

“Ya Allah ampuni dosa mereka dan kasihanilah mereka serta berkahilah rezeki mereka.” (HR. Muslim)

Pilihan Editor:

4. Membawa Hadiah

 

“Berilah hadiah di antara kalian! Niscaya kalian akan saling mencintai

Ketika kita menghadiri sebuah undangan, sebaiknya membawa hadiah untuk tuan rumah. Adab-adab bertamu ini selain sebagai ungkapan terima kasih atas undangannya juga sebagai sarana untuk mempererat ikatan kasih sayang di antara sesama.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Berilah hadiah di antara kalian! Niscaya kalian akan saling mencintai.” (HR. Bukhari)

5. Jika Membawa Teman yang Tidak Diundang, Hendaknya Meminta Izin Terlebih Dahulu

Adab-adab bertamu terakhir adalah memberitahukan tuan rumah ketika kita mengajak orang lain. Terkadang, kita ingin mengajak teman untuk pergi bersama memenuhi undangan tersebut. Jika hal ini terjadi, sebelumnya kita harus meminta izin kepada sang tuan rumah. Beritahukan kepadanya bahwa kita membawa teman lain yang tidak diundangnya. Jika dibolehkan, silakan. Namun, jika tidak, jangan membawa teman tersebut.

Hal ini sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadits yang diriwayatkan dari Sahabat Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu yang artinya,

“Ada seorang laki-laki di kalangan Anshor yang biasa dipanggil Abu Syuaib. Ia mempunyai seorang anak tukang daging. Kemudian, ia berkata kepadanya, “Buatkan aku makanan yang dengannya aku bisa mengundang lima orang bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Kemudian, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengundang empat orang yang orang kelimanya adalah beliau. Kemudian, ada seseorang yang mengikutinya. Maka, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, “Engkau mengundang kami lima orang dan orang ini mengikuti kami. Bilamana engkau ridha, izinkanlah ia! Bilamana tidak, aku akan meninggalkannya.” Kemudian, Abu Suaib berkata, “Aku telah mengizinkannya.”” (HR. Bukhari)

Demikianlah beberapa hal yang harus diperhatikan ketika kita menjadi tamu. Semoga adab-adab ini dapat diperhatikan dan diamalkan dengan baik.

*

Referensi:

muslim.or.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here