Agar anak senantiasa jujur, para orang tua dapat melakukukan beberapa langkah yang bisa diaplikasikan sedini mungkin. Tentu saja, semua orang tua berharap anak-anaknya dapat tumbuh menjadi sosok yang berakhlakuk karimah, berakhlak mulia dan salah satu akhlak mulia tersebut adalah jujur.

Kejujuran adalah sumber ketenangan. Hal ini bisa dilihat ketika setiap kali selesai berkata dan bersikap jujur, akan hadir  rasa lega dan puas dalam hati yang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata.

Kejujuran bisa jadi adalah karena pembiasaan. Setiap akan berkata dan bersikap bila dijaga untuk selalu jujur maka akan terbiasa, bagaimana pun kondisinya. Kadang kita dihadapkan pada situsi sulit sehingga bingung harus jujur atau tidak. Bila telah terbiasa jujur, akan ada dorongan dalam diri untuk jujur. Oleh karena itu, kejujuran harus dibiasakan sedini mungkin, sejak anak sudah bisa berkomunikasi.

Langkah Sederhana Agar Anak Senantiasa Jujur

Mempunyai anak yang jujur merupakan sebuah kebanggaan dan kebahagiaan bagi para orang tua. Untuk mewujudkannya, berikut ini beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan para orang tua.

1. Menjadi Panutan agar Anak Senantiasa Jujur

Bagaimana anak akan jujur bila orang tuanya pendusta? Bagaimana anak akan tahu bahwa berbohong dan tidak jujur itu adalah keburukan jika orang tua justru selalu mempertontonkan hal ini? Bukankah anak itu ibarat spon yang siap menyerap apa saja yang dilihat, didengar, diamati, untuk kemudian ditirunya.

2. Beritahukan Manfaat Jujur

Seringkali anak tidak memahami landasan setiap perbuatannya, termasuk mengapa dia harus jujur. Oleh karena itu, beritahukan  manfaat jujur pada anak. Lakukan ini  sedini mungkin agar  sifat baik ini tertanam lebih dalam di hatinya.

Pilihan Editor:

3. Beri Kepercayaan agar Anak Senantiasa Jujur

Membuat anak leluasa berekspresi tanpa dicurigai membuatnya lebih terdorong untuk jujur. Kepercayaan yang diberikan kepada mereka akan menjadi modal untuk berbuat baik dan berusaha tidak melanggar aturan. Sebaliknya, terlalu waswas hanya membuat mereka merasa dicurigai dan tidak tenang. Akhirnya, anak  malah lebih memilih menyembunyikan sesuatu dan tidak jujur pada orang tuanya.

4. Biasakan Berkomunikasi yang Baik

Kadang pada situasi tertentu, anak menyembunyikan sesuatu karena takut dimarahi. Karenanya, rangkul anak dengan kalimat yang tidak membuatnya takut dan dorong ia untuk tidak takut berterus terang. Pastikan dirinya aman saat jujur dengan berkomunikasi yang baik. Seburuk apa pun kondisinya, carilah bersama solusi terbaik dan pastikan Sahabat sebagai orang tua selalu melindunginya.

5. Hindari Memberi Label “Pembohong”

Ketika terbukti tidak jujur, jangan terburu-buru menyebutnya pembohong. Buatlah mereka menceritakan alasan berbuat tidak jujur dan arahkan agar tidak mengulanginya lagi, tanpa menyebutnya pembohong. Anak yang sering dilabeli pembohong bisa jadi menunjukkan dirinya seperti yang dilabelkan.

Baca Juga:

6. Beri Pujian

Sebagian orang tua sering cepat tanggap saat anak tidak jujur. Nah, lakukan hal yang sama  ketika anak jujur. Beri mereka pujian yang akan membuatnya lebih bersemangat berbuat baik sekaligus meningkatkan kepercayaan dirinya.

Nah, beberapa langkah di atas dapat segera diterapkan para orang tua agar anak senantiasa jujur. Para orang tua juga harus senantiasa memberikan teladan dan mengajarkan akan keutamaan jujur, jalan selamat dunia akhirat.

Semoga kita diberi kemudahan dan kesabaran untuk terus mendidik anak-anak kita agar menjadi manusia terbaik di sepanjang hidupnya. Aamiin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here