Hal-Hal yang Harus Diperhatikan dan Dihindari Seputar Pijat Hamil

0
61
Assalamu alaikum
Sumber Gambar: Pixabay

Kehamilan merupakan  kabar gembira bagi pasangan suami istri, terlebih bagi mereka yang telah menanti kehadiran buah hati selama bertahun-tahun. Doa dan harapan pun dipanjatkan agar selama masa kehamilan, ibu dan calon bayi dapat melaluinya dengan lancer dan dimudahkan hingga proses persalinan tiba, sembilan bulan sepuluh hari kemudian.
Memang, masa-masa kehamilan tidaklah mudah. Banyak perubahan yang akan terjadi dan menimbulkan rasa tidak nyaman. Ketika hamil, akan terjadi tekanan lebih terasa terutama di bagian otot perut, bahu, punggung, dan leher. Bukan hanya itu, berat badan yang terus bertambah juga akan membuat calon ibu sering merasakan sakit di bagian punggung bawah. Belum lagi, masalah postur tubuh yang juga ikut berubah.

Untuk mengatasi keluhan-keluhan ini, salah satu cara yang dapat dilakukan adalah melakukan pijat hamil. Diyakini, pijat hamil dapat meringankan keluhan tersebut dan membuat ibu hamil lebih merasa rileks. Dengan kenyamanan ini, calon ibu hamil dapat melewatkan  masa-masa kehamilannya dengan tenang dan nyaman.

Meski mempunyai banyak manfaat, tetapi pijat hamil tidak boleh dilakukan sembarangan. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan, di antaranya:

1. Perhatikan Usia Kehamilan

Ibu hamil yang akan melakukan pijat hamil, sebelumnya harus memperhatikan usia kehamilannya. Hal ini penting karena terkait dengan aman tidaknya pijat hamil dilakukan. Disarankan, ibu hamil yang akan melakukan pijat hamil menunggu setelah usia kehamilan memasuki trisemester kedua atau sekitar 12 minggu. Dan, jangan melakukan pemijatan ketika usia kehamilan menginjak 32 minggu atau telah mendekati waktu persalinan. Selain itu, perhatikan juga apakah ibu hamil masih mengalami mual dan muntah. Jika kedua hal ini masih dirasakan, sebaiknya janga melakukan pijat hamil.

Pilihan Editor:

2. Pilihlah Pemijat yang Berpengalaman

Pijat hamil tentu berbeda dengan pijat pada umumnya. Untuk itu diperlukan keahlian khusus agar tujuan pijat hamil dapat tercapai dengan baik.  Karenanya, pilihlah hanya pemijat yang berpengalaman dengan jam terbang yang lumayan tinggi.

Seorang pemijat ibu hamil tentunya sudah mengetahui bagian-bagian mana saja yang membutuhkan pijatan agar si calon ibu merasa nyaman. Meski demikian, ketika ada pijatan yang terasa kurang nyaman, sebaiknya si calon ibu segera memberitahukan pemijat agar ia segera berhenti atau bila membutuhkan pijatan ekstra di bagian-bagian tertentu, tak perlu sungkan untuk memberitahu si pemijat.

Biasanya, pijat hamil dilakukan selama kurang lebih satu jam. Pijat pun dilakukan dengan berbagai posisi. Mulai dari duduk, setengah berbaring,  berbaring dengan berbagai posisi. Adapun jenis pijat ibu hamil, di antaranya dikenal dengan istilah pijat Swedia, Shiatsu, dan sebagainya.

Selain kedua hal di atas, ibu hamil juga perlu lokasi pemijatan. Untuk itu, pilihlah tempat yang nyaman dan aman. Satu hal yang tidak boleh dilupakan adalah hendaknya ibu hamil memperhatikan perawatan yang menggunakan air panas. Hindari penggunaan sauna, kolam air panas, atau mandi uap dan pastikan suhu air dan ruangan tidak melebihi batas 32 derajat Celsius. Hal ini dimaksudkan agar ibu hamil tidak mengalami pemanasan yang berlebihan.

Terakhir dan yang paling penting adalah konsultasikan terlebih dahulu hal ini ke dokter kandungan sebelum melakukan pijat hamil. Terlebih, bagi ibu hamil yang memiliki masalah kesehatan selama masa kehamilan.

Semoga bermanfaat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here