Ingin Disayang Mertua? Lakukan Langkah-Langkah Berikut

2
87

Banyak cerita yang terdengar seputar pertikaian antara mertua dan menantu. Ibarat air dan minyak, keduanya sulit bersatu dan akan selalu berselisih satu sama lain. Namun, benarkah demikian? Apakah terlalu sulit untuk bisa disayang mertua?

Sebenarnya, tidak juga. Meski banyak terdengar kisah perseteruan mertua dan menantu, tetapi banyak juga bisa kita saksikan hubungan antara mertua dan menantu yang terjalin indah. Intinya, kedua belah pihak harus bisa memahami posisinya masing-masing serta senantiasa saling pengertian.

Khusus bagi seorang menantu, tentu semuanya ingin bisa diterima dengan baik oleh mertua. Nah, jika Anda ingin menjadi menantu kesayangan mertua, ada beberapa hal yang bisa dilakukan. Beberapa hal tersebut, di antaranya adalah:

1. Perlakukan Mertua Sebagaimana Orang Tua

Banyak orang yang bisa bersikap baik kepada orang tuanya, tetapi tidak kepada mertuanya. Padahal, mertua adalah orang yang telah melahirkan dan membesarkan pasangan kita. Jika kita menyayangi pasangan kita, sudah sepantasnya kita juga menyayangi dan menghormati orang yang paling  berjasa menghadirkannya ke dunia ini. Bukankah tanpa mertua, kita tak akan hidup bersama pasangan.

2. Yakinkanlah Mertua Kalau Anaknya “Aman” Bersama Kita

Sayangi pasangan agar mertua juga sayang

Terkadang, mertua bersikap sesuatu yang menurut kita kurang menyenangkan justru karena mertua merasa kita kurang bisa men-“service” anaknya tercinta. Sebenarnya, hal ini wajar saja terjadi. Bukankah bagi semua orang tua, anaknya selalu dianggap anak kecil dan selalu membutuhkan kehadirannya. Lihat saja, jika terjadi apa-apa pada sang anak, orang tuanya siap menjadi pembela di barisan paling depan.

Karena itu, yakinkanlah mertua  bahwa anaknya akan mendapatkan kebahagiaan dan “aman” ketika bersama kita. Saat mertua ridha  dan percaya bahwa kita akan memberikan yang terbaik untuk anaknya, pastilah rasa sayang mertua tersebut juga akan diberikannya kepada kita, menantunya.

3. Curahkan Semua Bentuk Kasih Sayang pada Mertua

Tentunya, kasih sayang yang tulus akan berbeda dengan kasih sayang yang terpaksa atau dibuat-buat. Dan, jangan salah, mertua juga bisa merasakan hal itu. Sebagai orang telah banyak memakan asam garam kehidupan, mereka bisa membedakan sebuah ketulusan atau tidak.

Memang, diperlukan sebuah pengorbanan dan kesungguhan sehingga kita benar-benar bisa diterima dengan baik oleh mertua.  Karenanya, tunjukkanlah semua bentuk kasih sayang kita sehingga mertua pun sadar  bahwa kita adalah orang yang tepat untuk menjadi pendamping anaknya. Mertua pun dapat melepaskan anaknya sepenuhnya pada kita.

4. Ikhlas 

Ketika keikhlasan menjadi landasan dalam melakukan sesuatu, Insya Allah nuansanya akan berbeda. Semua sikap mertua yang dinilai menjengkelkan, menyebalkan, dan bikin senewen dapat dihadapi dengan tenang. Meyakini bahwa semua kebaikan dan kesabaran dalam menghadapi sikap mertua kelak akan berbuah pahala dari-Nya.

Bukankah berbuat baik kepada mertua juga termasuk dalam kategori birrul walidain, meskipun mereka bukan orang tua yang melahirkan dan membesarkan kita. Jadi, birrul walidain (berbuat baik kepada kedua orang tua) tidak hanya terbatas pada orang tua yang telah melahirkan dan membesarkan kita. Berbuat baik pada mertua juga bagian dari birrul walidain.

Terlebih, jika hal itu diniatkan juga untuk membahagiakan hati mertua. Kita ingin mertua bahagia dengan kehadiran kita, menantunya. Niscaya, dengan demikian kita juga akan bisa mendapatkan kasih sayang yang tulus darinya.

Bagaimana para menantu, sudah siap merebut hati mertua kalian? Semoga sukses. Bukan hanya bisa menaklukkan hati anaknya, tetapi  sekaligus hati orang tuanya. Semangat dan semoga semua kebaikan kita menjadi keberkahan untuk semua.

Selamat menjadi menantu kesayangan.

Baca juga:

http://baetunaa.com/wahai-para-suami-inilah-hak-hak-istri-yang-wajib-engkau-penuhi/

2 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here