Bulan Syawal telah tiba. Di bulan mulia ini, kaum muslimin merayakan salah satu dari dua hari raya umat Islam, yakni Idulfitri. Sebagaimana yang telah menjadi tradisi bertahun-tahun, di hari nan fitri ini, kaum muslimin banyak mengisinya dengan melakukan kunjungan ke rumah-rumah keluarga, kerabat, maupun sahabat. Semuanya bergembira, baik yang dikunjungi maupun yang berkunjung.

Dalam Islam, kita telah diajarkan banyak adab, termasuk adab saat menjadi tuan rumah.  Rasulullah Shalallahu alaihi wa sallam bersabda tentang hal ini,

“Barang siapa yang beriman pada Allah dan hari akhir maka hendaklah dia memuliakan tamunya.” (HR. Bukhari)

Lalu, apa sajakah adab-adab sebagai tuan rumah yang harus diperhatikan? Berikut beberapa adab yang diajarkan Allah dan Rasul-Nya.

Adab Seorang Tuan Rumah

1. Mengundang Orang Bertaqwa

Ketika membuat jamuan dan mengundang orang lain, hendaknya tuan rumah tidak lupa mengundang orang-orang yang bertaqwa. Hal ini sebagaimana anjuran Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,

“Janganlah engkau berteman melainkan dengan seorang mukmin, dan janganlah memakan makananmu melainkan orang yang bertakwa! (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)

Pilihan Editor:

2.Jangan Hanya Mengundang Orang Kaya

Terkadang, orang mengadakan jamuan dan hanya mengutamakan mengundang orang-orang kaya dan terpandang saja. Bagi sebagian orang, kehadiran orang-orang tersebut akan membuat namanya terkenal dan ia pun menjadi ikut terpandang di mata masyarakat.

Padahal, Rasulullah  shallallahu ‘alaihi wa sallam,telah mengingatkan akan hal tersebut.

“Sejelek-jelek makanan adalah makanan walimah di mana orang-orang kayanya diundang dan orang-orang miskinnya ditinggalkan.” (HR. Bukhari Muslim)

3. Tidak Memberatkan Pihak yang Diundang

Ketika mengadakan jamuan, hendaknya tidak memberatkan orang-orang yang diundang. Jangan sampai, jamuan yang diadakan justru membuat mereka yang diundang menjadi tidak enak hingga justru memberatkan mereka.

4. Mengucapkan Selamat Datang

Sebagai tuan rumah yang baik, disunnahkan untuk mengucapkan selamat datang kepada para tamu yang hadir. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadits yang berkisah saat utusan Abi Qais datang menemui Rasulullah  shallallahu ‘alaihi wa sallam. Hadits ini  diriwayatkan  dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu,

“Selamat datang kepada para utusan yang datang tanpa merasa terhina dan menyesal.” (HR. Bukhari)

5.Menghormati Tamu

Tentu saja, seorang tuan rumah harus menghormati tamu-tamu yang datang di acara yang telah diadakannya. Banyak cara yang dapat dilakukan yang menunjukkan penghormatan terhadap para tamu. Beberapa di antaranya adalah

  • Menampakkan wajah yang berseri-seri
  • Bergembira dengan kehadiran para tamu
  • Mempercepat sajian makanan yang dihidangkan untuk para tamu
  • Tidak mengangkat makanan yang dihidangkan sebelum para tamu selesai menikmatinya
  • Melayani para tamu dengan sebaik-baiknya.
  • Menyajikan makanan terbaik yang mampu ia berikan kepada para tamu.

6. Mendahulukan Tamu Yang Ada Di Sebelah Kanan

Islam mengajarkan kita untuk senantiasa mendahulukan sebelah kanan dalam beberapa hal. Salah satunya adalah dalam urusan mendahulukan para tamu. Jadi, ketika para tamu telah duduk dengan tertib, dahulukan yang sebelah kanan baru kemudian berpindah ke yang sebelah kiri.

7. Mendahulukan Yang Lebih Tua

Hal yang serupa berlaku ketika tuan rumah berhadapan dengan tamu yang tua dan muda. Hendaknya, seorang tuan rumah  mendahulukan yang lebih tua daripada yang muda.  Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda dalam sebuah hadis yang menunjukkan perintah menghormati orang yang lebih tua.

“Barang siapa yang tidak mengasihi yang lebih kecil dari kami serta tidak menghormati yang lebih tua dari kami bukanlah golongan kami.” (HR Bukhari)

8. Mengajak Berbincang

Adab berikutnya adalah mengajak para tamu berbincang-bincang. Tentu saja, topik obrolan yang diangkat adalah hal-hal yang ringan dan menyenangkan. Hindari pembicaraan yang berpotensi membuat tamu merasa kurang nyaman, bahkan tersinggung.

9. Mendekatkan Makanan

Dekatkan makanan yang akan dihidangkan kepada para tamu. Jangan meletakkan hidangan di tempat yang sulit untuk dijangkau. Hal ini sebagaimana yang dicontohkan oleh Nabiyullah Ibrahim Alaihis salam.

“Kemudian Ibrahim mendekatkan hidangan tersebut pada mereka.” (Qs. Adz-Dzariyat: 27)

Baca Juga: Cara Cerdas Mengolah Makanan Sisa Menjadi Hidangan Nikmat dan Lezat

10. Mengantar Tamu Saat Akan Pulang

Ketika para tamu telah menyelesaikan hajat dan keperluannya di rumah kita, sebaiknya antarkan mereka pulang hingga sampai di depan rumah. Jangan lupa untuk berterima kasih atas kehadiran mereka dan perlihatkan bahwa kehadiran mereka sangat berarti bagi Anda selaku tuan rumah.

Nah, sudah tahu kan bagaimana adab-adab menjadi seorang tuan rumah yang baik. Semoga kita bisa mengamalkannya dan menjadi amalan saleh yang kelak menjadi pemberat timbangan kebaikan kita kelak.

*

Referensi:

Rumaysho.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here