Rumah tangga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah (SAMAWA) merupakan dambaan setiap orang. Menikah dan hidup tenang serta penuh cinta kasih di dalamnya merupakan sebuah kebahagiaan yang tak terkirakan. Kebahagiaan yang tak ingin dirasakan hanya di dunia, tetapi terus berlanjut hingga ke jannah kelak, Aamiin.

Sayangnya, tak semua orang yang menikah dapat merasakan hal tersebut. Tak heran, bila kemudian rumah tangga justru jauh dari kondisi SAMAWA. Rumah tangga yang dibangun atas dasar saling cinta, berubah bak “neraka”. Di dalamnya senantiasa diwarnai dengan pertengkaran, permusuhan, KDRT, hingga perselingkuhan. Akibatnya, rumah tangga pun berujung kandas di tengah jalan.

Tentu, semua orang tidak menginginkan hal tersebut menimpa bangunan rumah tangganya. Oleh karena itu, hendaknya pasangan suami istri senantiasa menghindari hal-hal yang berpeluang menjadi perusak keharmonisan rumah tangga. Bahkan, tak jarang semuanya bermula dari hal-hal kecil yang terlihat sepele.

Dari hal-hal sepele yang berpeluang merusak keharmonisan rumah tangga, berikut 3 di antaranya:

1.Kurangnya Komunikasi

Hal yang terlihat sepele ini ternyata bisa menjadi pemicu retaknya sebuah rumah tangga. Komunikasi yang tidak berjalan dengan baik antara suami dan istri dapat berujung pada kesalahpahaman. Apabila hal ini terus dibiarkan berlarut-larut, dikhawatirkan akan menjadi bom waktu yang setiap saat bisa meledak. Komunikasi yang tersumbat akan membuat pasangan saling mencurigai, hilangnya rasa kasih sayang, dan sebagainya.

2. Kurangnya Keterbukaan

Keterbukaan antara suami dan istri sangat dibutuhkan untuk membawa bahtera rumah tangga sampai pada tujuan yang diinginkan. Seyogyanya, antara suami dan istri tidak ada rahasia-rahasia yang hanya diketahui oleh satu pihak.

Jangan sampai, suami atau istri sibuk dengan urusannya satu sama lain. Ketika menghadapi sebuah masalah, mereka menutupinya dari pasangan dan mencoba mencari solusi sendiri. Sekiranya, permasalahan tersebut dapat selesai dan tuntas, mungkin tidak masalah. Namun, bagaimana kalau sebaliknya. Ujung-ujungnya, bukan pemecahan masalah yang ditemukan, tetapi pertengkaran dan perselisihan yang tak berujung.

Contoh yang paling sering terjadi adalah dalam masalah keuangan. Entah pihak suami atau istri yang bermasalah, tetapi ia berusaha menyembunyikannya. Namun, semuanya menjadi terbuka ketika debt collector datang dan pasangan baru tahu permasalahan yang sebenarnya.

3. Kurang Memperhatikan Penampilan

Penampilan merupakan satu hal yang penting tetapi juga sering diabaikan. Banyak kita lihat, para istri yang berdandan habis-habisan saat akan keluar rumah, tetapi ketika di dalam rumah, di hadapan suaminya, ia justru berpenampilan lusuh dan tak terawat.

Demikianlah hal-hal sepele yang bisa menjadi perusak keharmonisan sebuah rumah tangga. Semoga kita dapat menjauhinya dan rumah tangga kita senantiasa berada dalam SAMAWA hingga ke Jannah kelak. Aamiin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here