Dear Sahabat Baetunaa,

Mempunyai seorang atau beberapa orang sahabat tentunya sangat menyenangkan. Kehadiran sahabat tentu melebihi kehadiran teman biasa. Pada sahabat, kita biasa bercerita apa saja. Bahkan, tak jarang kita menceritakan hal-hal rahasia yang tidak diketahui orang banyak.

Seiring berjalannya waktu, seiring dengan pasang surutnya keadaan, tak jarang seorang sahabat mulai berubah. Hubungan yang dulunya terasa hangat dan akrab, mendadak menjadi hambar. Tak ada lagi canda tawa yang lepas, tak ada lagi senda gurau yang renyah. Semuanya berubah garing dan kaku.

Pilihan Editor:

Saat Sahabat Berubah Bak Penjahat

Sumber gambar: Pixabay

Parahnya, tak jarang ada sahabat yang kemudian berubah menjadi serigala jahat. Dengan liciknya, mereka mengumbarkan rahasia-rahasia yang pernah disampaikan. Dengan lantangnya, mereka berkoar-koar mengungkapkan segala hal yang dulu disepakati bahwa hanya kita dan dia yang tahu.

Tentu saja, rasanya sangat sakit diperlakukan seperti itu. Tak ada lagi yang tersisa, kita sudah ditelanjangi habis-habisan di depan umum. Semua kehormatan dan kemuliaan kita dicampakkan begitu saja.

Bila sudah seperti ini, tak ada yang bisa dilakukan selain menyesali semua yang telah terjadi. Menyesali, mengapa dulu kita terlalu terbuka kepadanya. Menyesali, mengapa dulu  memberikan 100 % kepercayaan kepadanya. Menyesali, mengapa semua ini harus terjadi.

Yah, penyesalan memang datangnya selalu di belakang hari. Penyesalan selalu hadir ketika dampak buruk menimpa kita.

Namun, haruskah kita terpuruk dalam penyesalan dan terus menerus mengutuki diri sendiri dan sahabat tersebut?

Jawabannya, tentu saja, TIDAK!

Apa pun yang telah terjadi, the show must go on. Buruk atau baiknya apa yang telah berlalu, hidup harus tetap berjalan. Betapapun itu, sang waktu akan terus berdentang dan tak ada yang bisa menghentikannya.

Yang bisa dilakukan selanjutnya adalah mengambil hikmah dan pelajaran dari semua kejadian yang menimpa. Yakinlah, tak ada satu pun peristiwa yang terjadi di muka bumi ini selain semuanya sudah menjadi ketetapan-Nya.

Salah satu hikmah yang bisa dipetik adalah  bahwa ke depan, kita tidak boleh terlalu mudah mengumbar rahasia dan tidak boleh terlalu mudah percaya pada orang lain. Percayalah, penyimpan rahasia terbaik hanyalah Allah dan diri kita sendiri.

Karena sahabat tidak menikam dari belakang

Lalu bagaimana dengan sahabat  tersebut? Berterima kasihlah pada kejadian ini. Mengapa demikian? Ya, karena dengan adanya kejadian ini, kita menjadi tahu siapa sosok yang dianggap sahabat itu sebenarnya. Mungkin, selama ini mata kita dibutakan sehingga bisa melihat dirinya yang sebenarnya.

Kini, semua telah terbuka lebar tanpa ada yang bisa ditutup-tutupi lagi. Kini, saatnya memutuskan untuk tidak lagi menjalin hubungan persahabatan dengannya. Karena sesungguhnya, seorang sahabat sejati tidak akan pernah menusuk sahabatnya sendiri dari belakang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here