Kemampuan berkomunikasi yang baik antara orang tua dengan anak memang sangat dibutuhkan. Salah satu cara membentuk karakter anak dengan komunikasi positif yang kelak dapat membuat anak  tumbuh dan  mengembangkan potensinya secara lebih maksimal.

Qadarallah, pemahaman anak dengan pemahaman orang tua terkadang memiliki perbedaan yang sangat mencolok. Jika tidak bijak, bisa jadi yang terjadi kemudian adalah kebuntuan karena komunikasi yang kurang tepat. Untuk itu, sebagai orang tua, Sahabat wajib memahami bahasa anak serta mengetahui cara menyampaikan suatu hal pada anak, agar ia mudah memahaminya.

Sadar atau tidak, saat anak tidak menuruti perintah orang tua, salah satu penyebabnya adalah karena komunikasi yang kurang efektif. Oleh karenanya, pastikan untuk senantiasa menggunakan komunikasi positif agar karakter anak juga terbangun dengan baik.

Nah, bagi Sahabat yang membentuk karakter anak dengan komunikasi positif,  berikut beberapa tips yang bisa dilakukan.

1. Membentuk Karakter Anak dengan Memahami Perasaan Si Kecil

              Membentuk Karakter Anak dengan Memahami Perasaan Si Kecil

Sebagai orang tua yang baik, Sahabat harus bisa memahami perasaan si kecil. Beri respon dan empati pada anak ketika ia sedang bersedih. Cobalah untuk bisa  merasakan apa yang anak rasakan. Sebagai contoh, saat anak merasa ketakutan, Sahabat bisa segera bertindak sebagai pelindung bagi anak.

Pilihan Editor:

2. Membentuk Karakter Anak dengan Menjadi Pendengar yang Aktif

Tips membentuk karakter anak dengan komunikasi positif selanjutnya adalah  menjadi pendengar yang aktif. Dalam artian, Sahabat bisa mendengarkan celoteh anak tanpa memberikan komentar yang menyakitkan. Ketika buah hati Sahabat kehilangan mainan, sebagai orang tua, seharusnya tidak langsung membentak atau memarahinya. Namun, dengarkan terlebih dahulu hingga ia tuntas berbicara. Setelah itu, bijaklah dalam memberikan komentar serta solusi untuk anak.

3.Membentuk Karakter Anak dengan Menggunakan Kalimat Positif

Langkah selanjutnya, Sahabat bisa menggantikan kata-kata berkonotasi negatif yang selama ini sering digunakan. Ganti ucapan seperti “jangan”, dengan kata lain yang tidak mengandung larangan. Sahabat bisa memilih mengucapkan “Kita jalan saja,ya, Nak!” daripada berkata, “Hei, jangan lari!’. Dalam menggunakan komunikasi positif, kurangkan penggunaan   kata “jangan” dan “tidak boleh”.

4. Membentuk Karakter Anak dengan Tidak Pelit Memberikan Pujian

               Membentuk Karakter Anak dengan Tidak Pelit Memberikan Pujian

Berikanlah pujian pada setiap perilaku baik yang ditunjukan oleh anak. Pujian bukan hanya kata hebat, pintar, atau bagus. Sahabat baetunaa bisa memuji si kecil saat ia berhasil membantu  melakukan sesuatu. Sebagai orang tua, janganlah pelit memberikan pujian karena pujian akan menjadi pemicu semangat dan membuat anak senantiasa merasa berharga.

Pilihan Editor:

Ternyata, menjadi orang tua yang baik memerlukan seni tersendiri. Untuk memiliki anak yang berkarakter prositif, sebagai orang tua, Sahabat dituntut untuk lebih jeli dalam menerapkan disiplin pada anak. Saat anak melakukan kesalahan beri ia peringatan dan saat ia melakukan kebaikan beri ia pujian.

Tetap semangat dalam menjalani peranan sebagai orang tua dan selalu berikan yang terbaik pada anak-anak agar kelak mereka menjadi saleh dan salihah yang berguna bagi agama dan negaranya. Aamiin.

*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here