Ini yang Harus Dilakukan Orang Tua Untuk Meredakan Tantrum Pada Anak

0
16
Sahabat Baetunaa
Tantrum sering kali terjadi pada anak yang masih kecil, terutama di usia balita.  Banyak hal yang bisa menjadi pemicunya. Tentu saja, tantrum ini bukanlah situasi yang menyenangkan, baik bagi anak maupun orang tua.  
Tantrum yang biasanya ditunjukkan dengan sikap rewel atau marah pada anak adalah bentuk luapan emosi. Hal ini sangat wajar terjadi dan kebanyakan disebabkan ketidaktahuan anak untuk mengungkapkan atau mengekspresikan keinginannya. Tak heran, anak akan bersikap marah, mengamuk, menangis, ataupun menjerit untuk mengungkapkan perasaan mereka saat itu.
Meski hal ini wajar terjadi, tetapi tidak boleh dibiarkan.  Tahukah Sahabat bahwa jika kemarahan yang berlebihan akan berakibat buruk serta dapat memicu anak menjadi lebih agresif? Meski demikian,  jangan terburu-buru menanggapi tantrum anak dengan emosi juga. Apalagi, sampai menghukum anak yang sedang tantrum.
Lalu, apa, ya, kira-kira yang dapat Sahabat lakukan? Berikut 3 sikap yang sebaiknya dilakukan Sahabat untuk meredakan tantrum pada anak.

1. Jangan Larang Anak Marah

Ketika anak tantrum, seringkali orang tua berucap, “Jangan marah“. Larangan ini muncul secara spontan. Larangan ini sebenarnya  kurang tepat karena hanya akan membuat anak menekan emosinya dengan cara yang tidak benar.
Sebagai orang tua, banyak yang merasa tak nyaman jika anak sedang tantrum. Namun, daripada melarang,  ada kalimat yang lebih efektif untuk dapat meredakan emosi anak. Sahabat dapat mengganti kalimat larangan itu dengan frase yang lain,   misalnya, “Kakak pintar deh, enggak apa-apa marah dulu. Sebentar lagi, perasaan Kakak bakal baik kembali.”
Pilihan Editor:

2. Kendalikan Emosi dan Tindakan

 

Ketika anak marah, ada juga yang melampiaskan dengan melempar benda-benda di sekitarnya, memukul, atau tindakan agresif lainnya. Untuk mengatasi hal ini, sahabat  dapat mencegahnya dengan mengatakan,  “Mama tahu Adik sedang jengkel, tetapi menyakiti orang lain itu bukan sikap yang baik.”
Dengan mengucapkan hal ini, diharapkan anak akan  mampu membuat berpikir kembali untuk melakukan tindakan agresif. Ini juga juga sekaligus mengajarkan anak mengendalikan emosinya.

3. Bantu Anak Menyelesaikan Persoalan

Nah, ini dia poin pentingnya. Terkadang karena kesal, orang tua  mengucapkan  hal-hal berikut,
“Adik, dibilangin susah banget!”
atau
“Anak ini kok keras kepala, sih!”
Daripada mengucapkan hal seperti di atas, akan lebih baik jika ucapan tersebut diganti. Banyak ucapan bernada positif yang bisa dipilih,  misalnya, “Wah, masalah ini ribet juga, ya. Yuk, kita atasi bersama-sama.”
Ingat, bagaimanapun keadaannya, orang tua harus dapat memahami  penyebab anak tidak menurut. Dengan pemilihan kata serta penyampaian yang tepat, anak akan merasa diperhatikan. Anak pun akan perlahan mulai merasa nyaman sehingga Sahabat dapat membantu anak menyelesaikan permasalahan yang dihadapinya tanpa ikut-ikutan emosi.
Nah, bagaimana menurut Sahabat? Insya Allah, pasti cara di atas bisa dilakukan, bukan? Yuk, pahami sisi psikologis anak dengan 3 cara  meredakan tantrum pada anak sebagaimana diuraikan di atas.
Semoga bermanfaat, Sahabat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here