Setia itu indah. Seseorang menjadi setia atau tidak, kadang tidak harus karena seseorang atau sesuatu. Kesetiaan bisa muncul dengan sendirinya, demikian juga ketidaksetiaan. Seseorang menjadi tidak setia tidak selalu karena situasi atau pasangannya, tetapi karena ada dorongan yang muncul dari dirinya sendiri.

Menjadi pribadi setia tentunya merupakan sesuatu yang ideal. Tidak ada seorang pun di muka bumi ini yang ingin diperlakukan tidak adil, dikhianati, apalagi diabaikan. Oleh karena itu, kita perlu melatih diri agar menjadi pribadi yang setia.

Pilihan Editor:

Setia Itu Indah

Setia itu indah, bukankah tak ada yang lebih indah selain berhasil mempertahankan keutuhan rumah tangga hingga maut memisahkan kita dan pasangan. Tak ada yang lebih indah selain bisa bersama tidak hanya di dunia, tetapi berlanjut hingga ke Jannah kelak. Oleh karena itu, setialah.

Berikut ini beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk setia.

1. Perlakukan Pasangan seperti Memperlakukan Diri Sendiri

Bila tidak ingin diperlakukan buruk, janganlah memperlakukan orang lain dengan buruk. Tentu saja, tidak ada yang suka dilukai perasaannya. Oleh karena itu, janganlah melukai. Seorang pasangan yang baik harus bisa menjaga agar hanya hal yang baik-baik saja yang keluar dari dirinya  agar nantinya ia akan mendapatkan hanya yang baik saja.

2. Setia Itu Indah. Karenanya, Terimalah Pasanganmu Apa Adanya

Tidak ada pribadi yang sempurna. Setiap diri tentu memiliki kekurangan di balik kelebihannya. Karenanya, terimalah pasangan apa adanya. Terimalah semua sifat baik dan sifat buruknya karena sesungguhnya semua itu adalah ujian. Sebagaimana kita juga ingin dipahami maka kita juga harus memahami. Bersikap realistis adalah yang paling baik dilakukan.

3. Setia Itu Indah. Karenanya, Berusahalah Menjaga Komitmen

Menjaga komitmen berarti menepati janji. Jika melanggarnya, sesungguhnya  itu bukan untuk mengkhianati pasangan, tetapi justru mengkhianati diri sendiri. Setiap janji yang terucap adalah ikatan kuat untuk saling terikat. Hanya pribadi bermental lemahlah yang sejatinya yang tidak mau menjaga komitmen. Selain itu, kejujuran juga menjadi penanda seseorang berhati baik atau pengkhianat. Dengan senantiasa menjaga kejujuran, sebenarnya adalah menjaga diri dari rasa malu.

Baca Juga:

4. Pelajari Apa yang Disukai dan yang Tidak Disukai Pasangan

Pribadi setia harus mengedepankan pengertian. Bila ingin dipahami, harus berani mulai memahami. Menjadi orang pertama yang mengetahui secara detail hal-hal apa yang disukai dan yang tidak disukai pasangan akan menjadikan hubungan penuh makna. Percayalah, akan selalu ada timbal balik yang baik bila Sahabat memulai dengan hal yang baik.

Jangan Lupa, Mampir juga

Demikian cara menjadi pribadi setia. Tidak sulit, bukan? Memilih setia akan menenangkan dan membahagiakan. Sebaliknya, memilih tidak setia hanya akan menuai kekecewaan suatu hari nanti. Percayalah !

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *