Memasuki  usia balita, seorang anak akan semakin terasah daya imajinasinya. Si balita sudah mampu membangun dan mengembangkan sebuah cerita, mengatur alur dan menciptakan tokoh lengkap dengan karakternya. Dengan kemampuan ini, orang tuanya tentunya harus bisa mengakomodir kemampuannya tersebut mengingat banyaknya manfaat bermain peran bagi balita. Dan yang paling tepat untuk memaksimalkan kemampuan tersebut adalah dengan bermain peran (role play).

Bermain peran tentunya akan sangat menyenangkan bagi si kecil. Membayangkan dirinya menjadi sosok lain tentu membuat si kecil akan lebih bersemangat. Bisa saja si kecil ingin menjadi guru, ingin menjadi dokter, astronout, polisi, tentara, dan sebagainya.

Nah, sebenarnya apa sajakah manfaat bermain peran bagi balita? Berikut 5 manfaat yang bisa dirasakan dari kesukaan balita ibu bermain peran.

1.Mengenalkan Dunia yang Baru

Dengan bermain peran, si kecil akan mempelajari dunia yang berbeda dengan dunia yang sehari-hari dihadapinya. Misalnya saat berperan sebagai dokter, si kecil akan belajar apa dan bagaimana pekerjaan seorang dokter tersebut. Begitupula saat ia berperan sebagai insinyur atau malah tukang becak.

Permainan ini akan mengajarkan pada si kecil bahwa di luar sana banyak pekerjaan yang bisa dilakukannya saat dewasa kelak. Dari sini, Ibu setidaknya dapat menganalisa bakat si kecil sehingga lebih mudah membantunya menggapai cita-citanya kelak.

2. Membantu Perkembangan Bahasa

Dengan memerankan diri sebagai orang lain, si kecil akan berekspresi untuk menjalankan perannya. Untuk itu si kecil akan menggunakan kemampuannya dalam berbicara. Kesempatan ini dapat dimanfaatkan Ibu untuk meningkatkan kemampuan berbahasa si kecil. Ajarkan si kecil menggunakan kalimat-kalimat yang harus diucapkannya saat berperan sebagai orang lain tersebut.

3. Mengenalkan Aturan dalam Masyarakat

Dengan bermain peran, Ibu dapat menyelipkan pengetahuan tentang aturan sosial, adab maupun tata karma.  Misalnya ketika bertamu harus mengucapkan salam dan mengetuk pintu, ketika diberi sesuatu mengucapkan terima kasih atau ketika meminta bantuan mengucapkan tolong, dan sebagainya. Permainan ini sekaligus akan memunculkan rasa simpati serta empati terhadap orang lain karena si kecil belajar memposisikan dirinya sebagai orang lain.

Dalam permainan ini, si kecil juga mengetahui apa dan bagaimana sikap yang tidak baik itu sehingga nantinya ia tidak akan bersikap demikian.  Si kecil pun dapat tumbuh menjadi anak yang santun dan berbudi bahasa yang halus.

4. Mengasah Daya Imajinasi

Saat memerankan diri sebagai orang lain, si kecil “dituntut” untuk menggunakan daya imajinasinya. Bagaimana si kecil harus bersikap dalam situasi tertentu serta apa yang harus diucapkan si kecil lengkap dengan ekspresinya. Semua itu memerlukan imajinasi.

Jangan salah ya, imajinasi sangat diperlukan dalam proses tumbuh si kecil terutama proses belajarnya. Imajiansi diperlukan agar si kecil nantinya mampu melewati masa-masa sulit. Bukankah hasil temuan baru para ilmuwan serta karya indah para seniman semuanya berawal dari imajinasi yang tinggi? Karena itu biarkan si kecil berimajinasi ya, Ibu.

Pilihan Editor

  1. 5 Ide Liburan Seru di Rumah Bersama Anak
  2. Si Kecil Suka Bermain Lego? Ternyata Ini Manfaatnya Bagi Anak
  3. Si Kecil Cemburu dengan Kehadiran Adik Barunya? Coba Atasi dengan Langkah-Langkah Berikut

5. Menumbuhkan Rasa Percaya Diri

Saat menjadi orang lain, si kecil berkuasa penuh untuk mengendalikan tokoh yang diperankannya. Biarkan ia berekspresi dengan tingkah lucunya serta menata kalimatnya sendiri. Keberanian serta keluwesannya berperan inilah yang akan membuat si kecil lebih percaya diri terutama dalam hal berkomunikasi dan mengekspresikan diri nantinya.

Ternyata, banyak manfaat dari bermain peran bagi balita. Dan, dengan bermain peran bukan berarti balita ibu akan menjadi artis kelak, meski tidak salah juga jika si kecil kelak menjadi artis.

Bagaimana Ibu, si kecil akan berperan sebagai apa hari ini?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here