Wahai Para Jomblo, Segeralah Menikah Dan Raih Keutamaannya

0
41

Dalam Islam, menikah merupakan salah ibadah yang sangat dianjurkan. Menikah bukan saja menyatukan dua insan yang saling jatuh cinta. Menikah bukan hanya menghalalkan apa-apa yang sebelumnya diharamkan. Dan, menikah bukan sekadar tempat melampiaskan syahwat birahi agar tidak terjerat dalam fitnah dunia.

Menikah adalah ibadah yang di dalamya ada hak dan kewajiban yang harus ditunaikan. Menikah bukan hanya bertanggung jawab terhadap pasangan, tetapi ada yang lebih tinggi dari itu, yakni Allah Azza wa Jalla. Karenanya, dalam sebuah pernikahan, ada ketentuan-ketentuan syariat yang wajib dijalankan oleh suami maupun istri. Bahkan, agungnya sebuah pernikahan disebutkan dalam sebuah hadits dari Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu,  ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Jika seseorang menikah, maka ia telah menyempurnakan separuh agamanya. Karenanya, bertakwalah pada Allah pada separuh yang lainnya.” (HR. Al Baihaqi)

Berdasarkan hadits di atas, ternyata menikah itu merupakan perkara yang bisa menyempurnakan separuh agama. Hal ini dikarenakan, sebagian besar perkara yang merusak agama adalah urusan kemaluan dan perut seseorang. Urusan kemaluan akan membawa seseorang pada perbuatan zina, sementara urusan perut akan membuat seseorang menjadi serakah. Dengan menikah, urusan kemaluan mendapatkan solusi. Menikah akan menjadi benteng yang melindunginya dari godaan syahwat sehingga seseorang dapat lebih menundukkan pandangan. Artinya, separuh urusannya telah selesai dan kini ia hanya tinggal menyelesaikan yang separuhnya lagi.

Selain perkara di atas, masih banyak lagi manfaat menikah lainnya. Berikut beberapa di antaranya:

1.Menikah adalah Sunnah Para Rasul

Menikah adalah perkara yang sangat agung.  Menikah juga merupakan salah satu Sunnah para Rasul. Bukankah tak ada satupun Rasul Allah yang membujang sepanjang hidupnya? Karenanya, dengan menikah maka seseorang juga berarti telah mengikuti sunnah para Rasul Allah.

Hal ini sebagaimana disebutkan dari sahabat Abu Ayyub Radhiyallahu anhu, ia menuturkan bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ”Ada empat perkara yang termasuk Sunnah para Rasul: rasa-malu, memakai wewangian, bersiwak, dan menikah.” (HR Tirmidzi)

Hal ini juga disebutkan dalam kitab suci Al Quran bahwa para Rasul itu menikah dan memiliki keturunan. Sebagaimana disebutkan dalam Al Quran, yang artinya:

Dan sesungguhnya Kami telah mengutus beberapa Rasul sebelum kamu dan Kami memberikan kepada mereka istri-istri dan keturunan.” (QS. Ar Ra’du: 38).

Pilihan Editor:

2. Menikah akan Menghadirkan Ketenangan

Menikah akan menghadirkan rasa tenang karena sudah ada yang menjadi pendamping hidup. Ini juga merupakan salah satu nikmat Allah Azza wa Jalla yang diberikan kepada mereka yang telah menikah. Bandingkan dengan mereka yang bukan pasangan yang sah. Rasa was-was akan selalu menghantui ke mana pun mereka pergi. Lagi asyik berduaan, ternyata kemudian di-cyduk. Subhanallah, sudah malu berdosa pula.

Allah Azza wa Jalla berfirman tentang hal ini yang artinya,:

Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya.” (QS. Ar-Ruum:21).

3.Menikah adalah Benteng Melawan Syahwat

Zaman ini yang namanya fitnah semakin menggila dan dapat dengan sangat mudah ditemukan. Lihat saja, di jalan-jalan banyak wanita yang sengaja memamerkan aurat dan kecantikannya. Jika tidak kuat iman, bisa-bisa gampang tergoda dan akhirnya terjerumus ke lembah nista.

Karenanya, menikah sangat dianjurkan untuk disegerakan. Menikah dapat menjadi benteng untuk mengendalikan gejolak syahwat.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Wahai para pemudabarangsiapa yang  memiliki baa-ah maka menikahlah. Karena itu lebih akan menundukkan pandangan dan lebih menjaga kemaluan. Barang siapa yang belum mampu, maka berpuasalah karena puasa itu bagai obat pengekang baginya.” (HR. Bukhari).

Sebagian ulama mengartikan  baa-ah dalam hadits di atas dengan kemampuan finansial untuk menikah. Jadi, bukan hanya mampu berjima’ (bersetubuh), tapi juga mampu dalam hal  finansial.

4.Cara untuk Mendapatkan Anak Shaleh

Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Jika manusia mati, maka terputuslah amalnya kecuali tiga perkara, yakni  sedekah jariyah, ilmu yang diambil manfaatnya, dan  anak shalih yang selalu didoakan orang tuanya.” (HR. Muslim)

Dari hadits di atas, disebutkan bahwa salah satu dari amal jariyah adalah anak yang shaleh. Amal jariyah amal amalan-amalan yang akan terus mengalir pahalanya meski si pemilik amalan tersebut telah meninggal dunia.

Nah, untuk mendapatkan anak yang shalih tentunya harus dengan cara menikah terlebih dahulu. Dengan pengajaran yang baik, anak-anak akn tumbuh menjadi anak yang sholeh dan sholehah yang kelak akan senantiasa mendoakan kedua orang tuanya.

5.Persetubuhan dalam Pernikahan adalah Sedekah

Sungguh, sebuah persetubuhan yang terjadi dalam ikatan pernikahan yang sah nilainya sama dengan bersedekah. Bukan sekadar untuk menyalurkan hasrat biologi, tetapi juga bernilai pahala.

Dari Abu Dzarr Radhiyallahu anhu,beliau berkata  bahwa sejumlah Sahabat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata kepada beliau:

Wahai Rasulullah, orang-orang kaya telah mendapatkan banyak pahala. Mereka melaksanakan shalat sebagaimana kami shalat, mereka berpuasa sebagaimana kami puasa, dan mereka dapat bershadaqah dengan kelebihan harta mereka.

Beliau bersabda: “Bukankah Allah telah menjadikan untuk kalian apa yang dapat kalian shadaqahkan. Setiap tasbih adalah shadaqah, setiap takbir adalah shadaqah, setiap tahmid adalah shadaqah, setiap tahlil adalah shadaqah, menyuruh kepada yang ma’ruf adalah shadaqah, mencegah dari yang munkar adalah shadaqah, dan persetubuhan salah seorang dari kalian (dengan isterinya) adalah shadaqah.”

Mereka bertanya: “Wahai Rasulullah, apakah salah seorang dari kami yang melampiaskan syahwatnya akan mendapatkan pahala?”

Beliau bersabda: “Bagaimana pendapat kalian seandainya dia melampiaskan syahwatnya kepada hal yang haram, apakah dia mendapatkan dosa? Maka demikian pula jika ia melampiaskannya kepada hal yang halal, maka dia mendapatkan pahala.”(HR Muslim)

Masih banyak lagi keutamaan menikah. Karenanya, jangan pernah takut untuk menikah. Sekiranya ada yang ragu karena merasa takut akan rezeki maka yakinlah bahwa Allah akan menolong hamba-hamba-Nya yang mempunyai niat yang suci, dan menikah adalah sebuah niat yang suci.

Karena itu,  Menikahlah!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here