Dalam kehidupan berumah tangga, baik suami maupun istri mempunyai hak dan kewajibannya masing-masing yang wajib dipenuhi. Dengan mengetahui serta menjalankan hak dan kewajiban ini, tak pelak lagi tujuan berumah tangga yakni meraih sakinah, mawaddah, dan rahmah akan dapat terwujud. Rumah tangga akan menjadi rumah tangga surgawi yang mampu menjadi sumber kebahagiaan bagi seluruh anggota keluarga.

Nah, dari sekian banyak hak-hak istri atas suaminya, berikut akan dipaparkan satu persatu. Dilansir dari almanhaj.or.id berikut hak-hak istri atas suaminya.

1.Diperlakukan dengan Baik

Seorang istri berhak mendapatkan perlakuan yang baik dari suaminya. Hal ini sebagaimana firman  Allah Subhanahu wa Ta’ala yang artinya:

Dan bergaullah dengan mereka secara patut.” [QS An-Nisaa’: 19]

Perlakuan yang baik yang dimaksud adalah memuliakan istri dengan senantiasa  bersikap lemah lembut, memberikan istri nafkah dan mencukupi kebutuhannya, serta menasehati dan mendidiknya agar senantiasa menaati perintah Allah dan Rasul-Nya.

Sikap tersebut merupakan indikasi kesempurnaan akhlak dan iman seorang muslim. Hal ini sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam:

Orang mukmin yang paling sempurna imannya ialah yang paling bagus akhlaknya dan sebaik-baik kalian adalah yang paling baik terhadap isterinya.” (HR HR At-Thirmidzi  dan Ibnu Majah)

Bahkan, bercanda dengan istri merupakan satu perbuatan yang sangat dianjurkan. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadis yang artinya:

Segala sesuatu yang dijadikan permainan bani Adam adalah bathil kecuali tiga hal: melempar (anak panah) dari busurnya, melatih kuda dan bercanda dengan isteri, sesungguhnya semua itu adalah hak.” (HR An-Nasa’i)

Dan, ketika seorang istri melakukan kesalahan, sebaiknya seorang suami mau bersabar dan  memaafkannya. Hendaknya, suami menasehati istrinya dengan cara yang baik.

Berbuat baiklah pada para wanita. Karena wanita diciptakan dari tulang rusuk. Yang namanya tulang rusuk, bagian atasnya itu bengkok. Jika engkau mencoba untuk meluruskannya (dengan kasar), engkau akan mematahkannya. Jika engkau membiarkannya, tetap saja tulang tersebut bengkok. Berbuat baiklah pada para wanita.” (HR. Bukhari dan Muslim)

2. Menjaga Rahasia dan Tidak Menyebarkan Aib Istri

Sepasang suami dan istri adalah ibarat pakaian bagi satu sama lain. Sebagaimana fungsi pakaian, suami dan istri haruslah saling menjaga aib serta tidak menyebarkan rahasia di antara mereka. Salah satu termasuk hal yang harus dijaga adalah tidak menceritakan urusan ranjang atau hubungan intim mereka kepada orang lain. Dan, perbuatan ini mendapat peringatan keras, sebagaimana sabda Rasulullah Shalallahu alaihi wa sallam yang diriwayatkan  dari Asma’ binti Yazid radhiallahu’anha, bahwa ada beberapa orang laki-laki dan perempuan yang sedang duduk (terpisah dengan kelompok masing-masing). Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Barangkali ada di antara lelaki itu yang menceritakan adegan ranjangnya dengan istrinya, mungkin juga di antara wanita itu ada yang menceritakan rahasia hubungannya dengan suaminya?

Mereka yang duduk-duduk di situ langsung diam. Lalu aku sampaikan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Wahai Rasulullah, sungguh para wanita dan para lelaki itu melakukan apa yang Anda khawatirkan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kemudian bersabda”,

Janganlah kalian lakukan. Karena perbuatan semacam ini seperti setan lelaki yang bertemu setan perempuan di jalan, kemudian dia langsung melakukan hubungan intim, sementara setan lain melihatnya.‘” (HR. Ibn Abi Syaibah dan Ahmad)

3. Senantiasa Meminta Pendapat Istri 

Istri adalah orang terdekat bagi suaminya. Karenanya, ajaklah ia selalu bermusyawarah dan mintalah pendapatnya, terutama dalam urusan kerumahtanggaan. Dengan demikian, istri akan merasa dihargai, dihormati, dan dimuliakan.

Pilihan Editor

  1. Ingin Disayang Mertua? Lakukan Langkah-Langkah Berikut
  2. Jangan Anggap Sepele Sekecil Apa pun Utang. Inilah 7 Adab Utang Piutang yang Harus Diperhatikan
  3. Ta’aruf, Jalan Selamat Menuju Pernikahan Samawa

4. Bergegas Pulang ke Rumah Bila Sudah Tak Ada Keperluan di Luar

Sebagai seorang suami, hendaknya ia senantiasa berada di rumahnya sekiranya segala urusannya di luar rumah telah selesai. Kebanyakan  yang terjadi saat ini adalah para suami lebih suka menghabiskan malam dengan begadang dan berkumpul bersama teman-temannya daripada berkumpul di rumah bersama istri dan anak-anaknya.

Padahal, ketidakhadiran suami di malan hari akan membuat istrinya gelisah dan khawatir. Belum lagi, was-was serta prasangka buruk yang bisa saja kemudian timbul akibat kebiasaan ini.

Dalam sebuah hadis telah disebutkan bagaimana Rasulullah Shalallahu alaihi wa sallam menegur salah seorang sahabat. Sahabat yang bernama Abdullah bin Amr Radhiallahu anhuma ini sangat suka dan kuat mengerjakan shalat malam hingga lama. Akibatnya, hak istrinya terabaikan. Jika karena beribadah tetapi sampai melalaikan hak istri saja dilarang, lalu bagaimana dengan suami yang begadang dan mengerjakan hal yang sia-sia sehingga melalaikan hak istrinya?  Sesungguhnya, seorang istri juga mempunyai hak yang wajib untuk ditunaikan.

5. Mendapatkan Perlakuan yang Adil

Pada suami yang memiliki istri lebih dari satu, ia dituntut untuk senantiasa berlaku adil kepada istri-istrinya. Suami tidak boleh berlaku sewenang-wenang dan berbuat dzalim kepada mereka. Istri-istri tersebut berhak mendapatkan pembagian yang adil dalam hal  pemberian nafkah, tempat tinggal, dan hubungan intim. Jika tidak, sungguh ia telah melanggar perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pun telah memberikan peringatan pada suami yang tidak dapat berlaku adil.

“Siapa saja orangnya yang memiliki dua istri lalu lebih cenderung kepada salah satunya, pada hari kiamat kelak ia akan datang dalam keadaan sebagian tubuhnya miring.”( HR Abu Dawud, An Nasai)

Beberapa hal di atas merupakan hak seorang istri yang harus dipenuhi suaminya. Hendaklah seorang suami bersungguh-sungguh menjalankan kewajibannya tersebut agar kebahagiaan rumah tangga yang dibina mendapatkan kebahagiaan di dunia hingga  ke Jannah kelak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *