Assalamu alaikum warahmatullahi wabaraktuh” demikianlah salam yang senantiasa diucapkan kaum muslimin, baik ketika saling bertemu maupun membuka pembicaraan. Salam ini lebih dari sekadar basa-basi atau pembuka sebuah percakapan. Salam ini sangat luar biasa karena di dalamnya terkandung doa keselamatan, doa keberkahan, dan doa rahmat.

Meski terlihat sepele, salam sebenarnya mempunyai banyak keutamaan. Disebutkan dalam sebuah hadis dari Abdullah bin Amr, bahwasanya ada seseorang yang bertanya kepada Rasulullah Shalallahu alaihi wa Sallam,

Amalan Islam apa yang paling baik?

Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas menjawab, “Memberi makan (kepada orang yang butuh) dan mengucapkan salam kepada orang yang engkau kenali dan kepada orang yang tidak engkau kenali. ” (HR. Bukhari no. 6236)

Masya Allah, ternyata memberi salam termasuk amalan yang paling baik dalam Islam. Karenanya, alangkah meruginya bila kita tidak mengerjakan amalan ini. Disebabkan besarnya faedah dari salam, sudah seyogyanya Sahabat Baetunaa sebagai orang tua juga mengajarkan hal ini kepada anak-anaknya.

Pilihan Editor:

Keutamaan Salam

Ya, anak-anak kaum muslimin seharusnya telah dibiasakan untuk turut serta menyebarkan salam sejak dini. Beritahukan anak bahwa kita sebagai kaum muslimin diperintahkan untuk menebar salam, baik kepada orang yang dikenal maupun tidak. Jangan lupa, untuk mengajarkan juga akan keutamaan-keutamaan  menebarkan salam.

Salah satu keutamaan mengucapkan salam disebutkan Dari Abu Yusuf ‘Abdullah bin Salam radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Wahai sekalian manusia, tebarkanlah salam, berikanlah makan (pada yang membutuhkan), sambunglah hubungan dengan kerabat, kerjakanlah shalat ketika orang-orang sedang tidur, masuklah ke dalam surga dengan mengucapkan salam.’” (HR. Tirmidzi).

Keutamaan salam yang lainnya juga disebutkan dalam hadis berikut ini.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Kalian tidak akan masuk surga sampai kalian beriman. Dan kalian tidak disebut beriman sampai kalian saling mencintai. Maukah aku tunjukkan kepada kalian sesuatu yang apabila kalian melakukannya, kalian pasti saling mencintai? Sebarkanlah salam di antara kalian.” (HR. Muslim)

Selain itu, ajarkan juga adab-adab salam agar anak-anak tidak salah menerapkannya. Salah satu adab salam adalah menyempurnakan dan tidak menyingkat salam tersebut. Hal ini sebagaimana disebutkan dari ‘Imran bin Al-Hushain radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata,

“Ada seseorang mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, ia mengucapkan, ‘Assalaamu ‘alaikum.’ Kemudian beliau menjawabnya lalu duduk. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Sepuluh.’

Ada lagi yang lain mengucapkan, ‘Assalaamu ‘alaikum wa rahmatullah.’ Kemudian beliau menjawabnya lalu duduk. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Dua puluh.’

Ada lagi yang lain mengucapkan, ‘Assalaamu ‘alaikum wa rahmatullah wa barakaatuh.’ Kemudian beliau menjawabnya lalu duduk. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Tiga puluh.’ (HR. Abu Daud dan Tirmidzi).

Rasulullah Shalallahu alaihi wa Sallam serta para sahabat telah mencontohkan perbuatan ini.

Dikisahkan dari Sahabat Anas radhiyallahu ‘anhu, ia pernah melewati anak-anak, ia mengucapkan salam kepada mereka dan berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa melakukan seperti ini.” (Muttafaqun ‘alaih)

Hadis tersebut tidak hanya mengabarkan kalau Rasulullah Shalallahu alaihi wa Sallam dan para sahabat pun memberi salam kepada anak-anak kecil. Lebih dari itu, perbuatan tersebut selain menujukkan betapa besarnya kasih sayang mereka terhadap anak-anak juga sebagai bentuk pengajaran agar anak-anak mengetahui cara mengucapkan salam yang sempurna.

Baca Juga:

Mari, Mulai Ajarkan Anak Menebarkan Salam

Sebagai orang tua, seharusnya kitalah yang mulai memberi contoh yang baik kepada anak-anak. Mulailah memberi contoh dari hal-hal yang sederhana dan mudah dilakukan, misalnya saat bertemu orang di jalan, saat bertemu teman, atau saat masuk rumah.

Dengan demikian, anak-anak akan melihat perbuatan baik tersebut dan akhirnya meniru perbuatan yang telah dilakukan orang tua maupun orang-orang yang ada di sekelilingnya. Anak pun akan terbiasa dan tidak meninggalkan perbuatan yang mempunyai banyak keutamaan ini.

Lalu, kapan saat yang baik untuk mengajarkan anak akan perbuatan tersebut? Tak ada waktu yang terbaik, selain memulainya sekarang juga. Semoga bermanfaat dan jangan lupa untuk ajarkan anak menebarkan salam. “Assalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here